Make your own free website on Tripod.com

Tips Lainnya

HOME

PROFIL

ALBUM_FOTO  Traveling             Album_Keluarga    SunLife_Indonesia Rekan_&_Sahabat

FOTOGRAFI    Obyek_&_Lokasi  Review_Peralatan   Tips_Lainnya    

EDITORIAL    Technogerma'99    Pelebon Agung

 

Tips menghindari hasil foto yang buram dan tidak tajam

Pernahkan anda mendapatkan hasil foto seperti di bawah ini?

1. tipfoto2.jpg (4974 bytes)     2. tipfoto3.jpg (5373 bytes)     3. tipfoto4.jpg (4342 bytes)

Hasil foto di atas umum dialami oleh semua fotografer, bahkan yang berpengalaman sekalipun apabila tidak cukup berhati-hati.

Foto 1 menunjukkan kamera bergoyang selama proses pemotretan (disebut efek Camera Shake) yang menyebabkan gambar menjadi kabur dan tidak tajam. Hal ini biasanya disebabkan oleh:

Posisi memegang kamera yang tidak mantap. Selama proses pemotretan kita seharusnya memegang kamera dengan mantap dengan posisi salahsatu tangan untuk mensupport berat kamera, dan proses penekanan tombol shutter sebaiknya dilakukan dengan lembut tanpa menggoyangkan kamera.

 tipfoto1.jpg (22373 bytes)

Kita dapat berlatih di depan kaca untuk melihat, melatih, dan menyempurnakan teknik dan posisi memegang kamera ini. Lihat apakah selama proses pemotretan/menekan tombol shutter menyebabkan kamera menjadi bergoyang.

Kecepatan/speed shutter yang terlalu rendah. Umumnya, kita harus menggunakan speed shutter paling tidak 1/focal length untuk menghindari efek camera shake (misalnya 1/60s untuk lensa 50mm, 1/125s untuk lensa 100mm, dst.). Hal ini juga akan sangat dipengaruhi oleh kestabilan dan kemantapan tangan dalam memegang kamera, sehingga beberapa fotografer mengambil patokan 1/60s (atau 1/125s) sebagai speed terendah yang dapat digunakan untuk pengambilan foto tanpa tripod. Kamera dengan fasilitas auto umumnya mempunyai sistem peringatan dini apabila speed yang terpasang kemungkinan menimbulkan efek camera shake ini.

Foto 2 menunjukkan bahwa obyek tidak terfokus dengan baik. Karena sistem fokus yang berbeda untuk setiap tipe kamera, adalah merupakan kebiasaan yang baik untuk membaca buku panduan/ manual kamera untuk mengetahui sistem fokus kamera berikut cara kerjanya sebelum melakukan pemotretan.

Foto 3 menunjukkan lensa yang kotor. Yakinkan selalu bahwa bagian belakang dan depan lensa (atau filter yang digunakan) selalu terjaga kebersihannya baik sebelum maupun setelah pemotretan.

 

Tips mendapatkan hasil foto optimum

Bila anda sudah cukup puas dengan karya foto anda, mungkin tips di bawah ini dapat membuatnya menjadi lebih bagus lagi:

  1. Gunakan selalu tripod apabila memungkinkan. Dengan menggunakan tripod, akan didapatkan hasil ketajaman maksimum karena kamera berada dalam kestabilan optimum selama proses pemotretan.
  2. Gunakan lens hood (tudung lensa) untuk pemotretan, terutama di luar ruangan. Penggunaan lens hood akan meminimalkan pantulan cahaya dalam lensa/flare yang tidak diinginkan, dan membuat kontras dan saturasi warna menjadi optimum.

Selain tips di atas, Kodak dan Canon web site memberikan banyak tips berguna lainnya dalam fotografi.

 

Tips membeli kamera atau lensa baru dan bekas

Banyak fotografer lebih suka membeli kamera atau lensa dalam keadaan baru. Ini adalah suatu hal yang wajar, karena kita akan mendapatkan model terbaru, kondisi peralatan yang prima, dan umumnya mendapatkan masa garansi. Bila budget yang tersedia mencukupi, maka membeli kamera atau lensa dalam keadaan baru mungkin adalah pilihan terbaik.

Tips membeli kamera atau lensa baru:

  1. Tentukan fasilitas kamera yang diperlukan, tipe dan merek yang diinginkan sesuai dalam rentang budget yang tersedia. Untuk mendapatkan gambaran rentang harga, hubungi beberapa toko kamera melalui telepon.
  2. Kunjungi toko kamera dan coba beberapa tipe kamera pilihan anda, untuk merasakan kamera yang akan anda beli. Pemilihan tipe dan merek adalah sangat bersifat personal/pribadi sehingga anda sebaiknya mencoba sendiri semua segi pemilihan  yang penting untuk anda (spesifikasi, ergonomi, kontrol, kemudahan pemakaian).
  3. Dapatkan lensa terbaik sesuai budget anda. Lensa adalah bagian kamera yang akan membentuk dan menentukan kualitas hasil foto, sehingga (menurut pendapat saya) lebih penting dari body kamera yang digunakan. Untuk mendapatkan informasi mengenai kualitas lensa, lihat di PhotoZone atau Photodo web site.

Tetapi membeli dalam keadaan bekas pakai/secondhand patut pula dipertimbangkan. Selain harga yang lebih murah, ada beberapa alasan untuk membeli kamera atau lensa dalam keadaan bekas, diantaranya: anda menginginkan kamera atau lensa dengan spesifikasi tertentu tetapi terlalu mahal untuk membeli dalam keadaan baru; atau anda menginginkan backup kamera (untuk digunakan dengan lensa atau film jenis lainnya). Berikut ini adalah panduan untuk membeli kamera atau lensa dalam keadaan bekas (khususnya kamera auto fokus):

Tips membeli kamera bekas:

  1. Periksa keadaan umum kamera, yang akan memberikan gambaran bagaimana pemilik sebelumnya merawat dan menggunakan kamera tersebut. Hindari kamera dengan cacat luar ataupun cacat dalam yang nyata.
  2. Nyalakan kontrol kamera, dan cek apakah seluruh fungsi dan tombol kontrol atau dial kamera berjalan dengan semestinya.
  3. Coba fungsi autofokus dengan sebuah lensa untuk tes, apakah berjalan dengan baik dan akurat.
  4. Lihat dari viewfinder kamera dan pastikan gambar dan viewfinder display (bila ada) terlihat jelas. Sedikit partikel debu atau kotoran umum didapati pada kamera bekas, tetapi adanya cacat/benda asing di viewfinder harus dihindari.
  5. Cek kondisi dan fungsi LCD panel. Cobalah mengganti mode eksposure untuk memastikan setiap mode terdisplay dengan baik.
  6. Cek shutter pada berbagai speed/kecepatan, dari yang tercepat sampai terlambat. Anda seharusnya akan dapat mendengar adanya perbedaan waktu sesuai dengan pengesetan speed shutter pada proses pemotretan.
  7. Lepaskan lensa dan lihat bagian dalam kamera dari arah depan. Cek kondisi kaca/mirror apakah tidak terdapat goresan atau retakan dan apakah kaca membuka/menutup kembali dengan semestinya dalam setiap proses pemotretan. Juga periksa kondisi focusing screen (di bagian atas kaca) apakah dalam kondisi baik dan bebas goresan.
  8. Lihat keadaan mount lensa pada body. Pastikan tidak terdapat distorsi atau kerusakan mount karena benturan, dan seluruh pin atau gear/lever pada mount dalam keadaan baik.
  9. Buka bagian belakang kamera, dan lihat keadaan shutter. Seluruh blade shutter harus dalam keadaan rata dan tanpa goresan. Set kamera pada speed lambat, dan tekan tombol shutter untuk melihat dan memastikan shutter dapat terbuka dalam keadaan penuh. Cek juga kondisi rail film dan pressure-plate, yang harus dalam keadaan bebas dari goresan.
  10. Mintalah bantuan petugas/penjual untuk memasang tes film di dalam body. Cek apakah kamera me-load, wind, dan rewind film dengan semestinya.
  11. Bukalah kompartemen baterai, untuk meyakinkan tidak terdapat kerusakan kontak pin yang disebabkan oleh baterai bocor.
  12. Bila mungkin, mintalah masa garansi (1 atau 3 bulan) dari penjual.

Tips membeli lensa bekas:

  1. Periksa keadaan umum lensa, dan hindari lensa dengan cacat yang nyata.
  2. Goyangkan lensa. Tidak terlalu keras, tetapi cukup kuat untuk mendengar dan mendeteksi bila ada elemen gelas di dalam lensa yang tidak terpasang dengan baik atau bahkan terlepas.
  3. Periksa bagian depan dan belakang lensa dengan seksama. Hindari lensa dengan elemen depan/belakang yang tergores, retak, atau pecah kecil/gumpil.
  4. Lihat bagian dalam lensa ke sumber cahaya (misalnya lampu). Sedikit debu merupakan hal yang umum, sedikit jamur (kemungkinan besar) dapat dibersihkan atau diservis. Sebaiknya hindari lensa dengan jamur yang banyak dan tebal, atau mempunyai partikel asing di dalamnya.
  5. Pasang lensa pada kamera (sebaiknya milik anda) dan yakinkan seluruh fungsi kamera dan lensa berjalan dengan semestinya.
  6. Periksa apakah aperture dalam lensa menutup sesuai pengesetan dalam pemotretan. Buka bagian belakang kamera, set dalam mode Bulb, dan tekan tombol shutter. Lakukan tes ini pada seluruh rentang aperture lensa.
  7. Periksa fungsi autofokus pada lensa, apakah berjalan dengan semestinya dan akurat.
  8. Periksa manual fokus ring pada lensa. Yakinkan manual fokus ring berfungsi dengan baik, tanpa suara atau sendatan pada mode manual fokus.
  9. Bila lensa tipe zoom, periksa apakah mekanisme zoom lensa berjalan dengan halus dan lancar. Hindari lensa dengan mekanisme zoom yang tersendat-sendat, terlalu keras, atau terlalu kendor.
  10. Periksalah filter thread pada bagian depan lensa, dan yakinkan tidak terdapat kerusakan atau kemacetan. Bila ragu-ragu, lakukan tes dengan memasang sebuah filter pada lensa tersebut.
  11. Bila mungkin, mintalah masa garansi dari penjual.

 

Tips menyimpan kamera atau lensa.

Idealnya, kamera dan lensa disimpan dalam ruang boks penyimpan kedap udara selama tidak digunakan. Boks penyimpan kedap udara + silika gel akan mengurangi kelembaban udara, mencegah tumbuhnya jamur pada lensa. Silika gel ini berfungsi menyerap partikel air dari udara, dan menjaga agar udara tetap kering. Umumnya berwarna biru dalam keadaan kering, dan berubah menjadi merah setelah terpakai. Supaya berfungsi optimum, silika gel yang telah menjadi merah harus dipanaskan secara teratur dalam oven (sekitar 30 - 45 menit dalam panas rendah) untuk membuang partikel air di dalamnya dan menjadi biru kembali.

Bila boks kedap udara tidak tersedia, sebagai alternatif pengganti dapat digunakan kotak yang diusahakan agar temperatur di dalamnya lebih hangat 2 - 5 derajat dibanding udara sekitar, ditambah silika gel. Dapat digunakan bola lampu dengan daya 5 atau 15 watt tergantung besarnya kotak penyimpanan. Temperatur harus dijaga agar tidak terlalu panas, karena dapat mempengaruhi mekanisme pelumas shutter kamera atau aperture lensa.

 
HOME  |  PROFIL  |  ALBUM_FOTO  |  FOTOGRAFI  |  EDITORIAL 

Tips di atas disarikan dari beberapa buku, berdasarkan pengalaman sebagai seorang pemotret amatir, dan sangat bersifat subyektif. Kritik, saran, dan tambahan informasi untuk tulisan ini ditujukan ke Bambang Suroyo. Terimakasih.